Apa itu Docker?

apa itu docker

Apa itu Docker?? – Pada kesempatan kali ini, saya akan sharing mengenai sebuah teknologi yang tergolong baru, yaitu sebuah platform software container yang disebut Docker. Nah agar informasi yang akan saya share bisa lebih akurat, saya langsung saja artikan/interpretasikan halaman “What is Docker” langsung dari Website Resmi Docker itu sendiri (https://www.docker.com/).

Jadi, Apa Itu Docker?

Docker adalah salah satu software container platform terbaik yang ada di dunia saat ini. Developer memakai Docker untuk mengurangi masalah “programnya jalan ko di komputer saya” ketika mereka harus bekerja secara Tim dan harus mengkolaborasikan kodenya dengan anggota Tim yang lain. Operator (DevOps) menggunakan Docker untuk menjalankan dan mengelola aplikasi secara berdampingan pada kontainer yang terisolasi untuk mendapatkan performa (compute density) yang lebih baik. Sedangkan, perusahaan menggunakan Docker untuk membangun sebuah pola pengembangan aplikasi yang dapat mengirimkan fitur baru lebih cepat, lebih aman dan dengan penuh keyakinan untuk berjalan di Linux maupun Windows Server.

Apa itu Container?

Menggunakan Container, berarti semua yang dibutuhkan untuk membuat Aplikasi kita berjalan akan dikemas dalam sebuah Container. Tidak seperti VM, Container tidak mengemas keseluruhan Sistem Operasi (OS) akan tetapi hanya mengemas library-library dan setting yang dibutuhkan untuk membuat Aplikasi kita bisa berjalan. Hal ini menghasilkan Sistem yang Efisiens, Ringan, dan Mandiri, serta Menjamin Aplikasi yang kita bangun akan selalu berjalan sama, terlepas dari dimana aplikasi itu dideploy.

Baca juga  Kumpulan Shortcuts Keyboard untuk Sublime 3

Docker untuk Developer

Docker secara otomatis akan melakukan pekerjaan yang berulang untuk menyiapkan dan mengkonfigurasi environment untuk keperluan development jadi Developer dapat fokus pada hal-hal yang lebih penting: membangun Aplikasi yang hebat.

Developer yang menggunakan Docker tidak perlu menginstal dan mengkonfigurasi database yang kompleks atau khawatir apabila akan mengganti versi toolchain bahasa pemrograman yang tidak kompatibel. Saat sebuah aplikasi dikemas dalam sebuah Docker, semua kompleksitas itu dimasukan ke dalam kontainer yang mudah dibangun, dibagi dan dijalankan. Memasukan rekan Tim kedalam codebase baru tidak lagi harus menghabiskan berjam-jam untuk menginstal perangkat lunak dan menjelaskan prosedur penyiapan. Source Code yang dikirimkan bersama Dockerfile lebih mudah untuk dikerjakan: Ketergantungan/Dependency dapat dihilangkan oleh Docker yang dikemas rapi dan siapa saja yang memiliki Docker dan editor yang terpasang dapat membuat dan melakukan debug aplikasi dalam hitungan menit.

Docker untuk Operator (DevOps)

Docker menyederhanakan proses delivery Aplikasi. Develop dan Deploy bug fixes dan fitur baru tanpa hambatan. Scaling aplikasi secara real time.

Docker adalah senjata rahasia Developer dan DevOps di mana-mana, memungkinkan mereka membangun, mengirim, menguji, dan menyebarkan aplikasi secara otomatis, aman, dan mudah dibawa tanpa hambatan. Tidak ada lagi wiki, README, dokumen runbook dan post-it notes dengan informasi yang basi. Tim yang menggunakan Docker tahu bahwa environment sistem mereka bekerja dengan cara yang sama dalam developmentstaging, dan production. Fitur dan perbaikan baru dapat sampai ke Customer dengan cepat tanpa kerumitan, hambatan, ataupun downtime.

Baca juga  Cara Memilih Jenis Chart yang Tepat untuk Data Kita

 

Docker untuk Enterprise

Docker adalah inti dari platform aplikasi modern, menjembatani pengembang dan IT, Linux dan Windows. Docker bekerja di Cloud sama seperti on-premis; Dan mendukung arsitektur tradisional maupun microservices. Gunakan Docker untuk membangun, menghubungkan, mengamankan dan menjadwalkan kontainer dan mengelolanya mulai dari development hingga production. Docker memposisikan perusahaan pada jalur menuju transformasi digital dengan memungkinkan semua aplikasi menjadi tangkas, siap untuk diimplementasikan di Cloud dan aman dengan biaya optimal.