Cara Memilih Jenis Chart yang Tepat untuk Data Kita

Cara Memilih Jenis Chart yang Tepat

Kali ini saya akan coba berbagi tentang Cara Memilih Jenis Chart yang Tepat untuk Data Kita, karena kebetulan saya sering menghadapi masalah yang sama ketika membangun sebuah aplikasi web, yaitu memilih Chart yang tepat(relevan).

Ada 3 jenis utama dari analisis data dalam bentuk Chart yang diperlukan untuk keputusan bisnis sehari-hari, yaitu Perbandingan (Comparison), Transisi (Transition) dan Komposisi (Composition) data.

3-Jenis-Chart-Yang-Utama

Perbandingan

Jenis Chart ini lebih sering digunakan untuk mengukur tinggi dan rendahnya data, mengukur siapa yang terbaik dan terburuk diantara sejumlah data. Biasanya tersedia dalam 2 bentuk chart yaitu Column Chart dan Bar Chart.

Siapa-yang-terbaik-dan-terburuk

Chart dalam bentuk Bar atau Column pada prinsipnya sama, lalu kapan sebaiknya kita menggunakan Bar atau kapan menggunakan Column? Inilah perbedaan antara Bar dan Column, yaitu kemampuan mengakomodasi panjang Label dari data yang akan ditampilkan. Bar Chart berbentuk Horizontal, maka dia mempunyai kemampuan lebih untuk mengakomodasi Label yang lebih panjang, jadi ketika kita akan menampilkan Chart dengan Label yang panjang, akan lebih baik jika kita memilih Bar Chart. Sebagai contoh:

Bar-Chart-lebih-bagus-untuk-Label-yang-panjang

Transisi

Jenis Chart ini biasanya digunakan pada time-based data (data berdasarkan waktu), jadi kita bisa melihat perubahan data (trending) sejalan dengan waktu yang ditampilkan. Pada umumnya berbentuk Line Chart atau Area Chart.

Baca juga  Cara Install Composer di Unix (Linux/Mac)

Contoh-Line-Chart

Line Chart atau Area Chart menampilkan data secara terhubung, terlihat titik-titik yang menghubungkan nilai-nilai yang ditampilkan, ini memudahkan kita untuk melihat trending dari suatu data jika dibandingkan dengan Chart dalam bentuk Bar atau Column yang mana antar datanya terpisah.

Lalu kapan kita menggunakan Line Chart dan kapan kita menggunakan Area Chart?

Contoh-Area-Chart

Area Chart memiliki bidang yang diwarnai, dan akan sulit untuk kita ketika data yang kita miliki sering tiba-tiba naik atau turun secara drastis. Tipsnya jika anda belum yakin akan dinamika data yang akan ditampilkan, maka sebaiknya pilihlah Line Chart yang lebih sederhana.

Komposisi 

Jenis Chart yang terakhir ini biasa disajikan dalam bentuk Pie Chart atau Waterfall Chart, biasanya digunakan untuk memahami bagaimana sebuah data ketika dibreakdown ke berbagai unsur/komponen.

Jenis-Chart-ketiga-yaitu-Komposisi

Dengan melihat Pie Chart diatas, kita menjadi mudah memahami komposisi dari beberapa sumber trafik yang masuk kedalam sebuah halaman web. Pie Chart biasanya menampilkan data dalam bentuk persentase dan ada 2 poin yang harus dicatat ketika kita menampilkan data dalam bentuk ini, yaitu:

  1. Jika kita memiliki lebih dari 6 komponen, maka komponen ke-6 dst (mengurut dari yang terbesar ke terkecil) kita kelompokan menjadi 1 komponen yang bisa kita sebut “Lainnya” atau “Others”
  2. Jangan gunakan Pie Chart apabila user ingin menjumlahkan beberapa komponen dan membandingkannya ke komponen yang lain.
Baca juga  Apa itu Docker?

Nah sekarang kembali lagi, kapan sebaiknya kita menggunakan Pie dan kapan sebaiknya menggunakan Waterfall Chart?

Contoh-Waterfall-Chart-compressor

Silahkan perhatikan gambar dari Waterfall Chart diatas ini, dan sekarang giliran anda yang memberitahu saya melalui form komentar dibawah, tentang kapan waktu terbaik menggunakan Chart jenis Waterfall ini? :p

Sekian pembahasan tentang Cara Memilih Jenis Chart yang Tepat dari saya, semoga bermanfaat